UP2U Napas Baru Band Rock Indonesia Rilis Single ‘Aku Bukan Untukmu’

Padang, (IndieMusic) - Denyut kebangkitan musik rock di Tanah Air kian mengencang. Ditandai kembalinya para rocker dan band rock legendaris merilis karya-karya terbaru. Situasi ini menjadi katalisator bagi para grup musik pendatang baru untuk ikut menghidupkan lagi ruh kejayaan musik rock di Tanah Air.

Grup musik pendatang baru di blantika musik Indonesia 'UP2U', dengan formasi Rezha Mangkudipuro (Vokalis), Bima WP (Gitaris), Denni Kristanto (Bassis), dan Rendi Suryadi (Drummer), merilis single ke dua berjudul 'Aku Bukan Untukmu' pada hari Rabu 14 Februari 2017, lewat pemutaran serentak di stasiun radio pada beberapa kota di Indonesia.

Lagu ‘Aku Bukan Untukmu’ menyampaikan pesan bahwa jika timbul perasaan cinta pada salah seorang di sebuah jalinan persahabatan, maka ia harus berbesar hati jika cinta tak berbalas, dan jalinan persahabatan jangan sampai terkoyak.

Penulisan dan penggarapan lagu ini diproses dalam waktu sebulan. Proses tracking dan dubbing dilakukan di Studio Corridor Taman Asri, untuk Mixing dan Mastering di Studio RR Bintaro. Dan penggarapan lagu ini ikut dibantu oleh Azmi Hazka, Keyboardis A Mild Live Wanted.

"Genre pada lagu Aku Bukan Untukmu ini memadukan unsur Pop dan Rock. Karena Pop adalah genre yang everlasting. Kami menyiapkan lagu ini untuk jadi everlasting. Makanya musiknya diaransemen khusus, semoga dikenang sepanjang masa," kata Bima WP, Gitaris UP2U, peraih Juara II pada ajang Supergitar Competition (SGC) 2015, ketika kami wawancarai, Rabu 14/2/18.

Bima WP yang juga sering mengiringi panggung live penyanyi Nugie Nugraha dengan permainan gitarnya yang berpuisi, juga mengatakan, "Untuk promo single ke dua ini, VPro Music yang mengurus UP2U telah menyiapkan rangkaian Promo Tur ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, beberapa kota di Sumatra, dan Banten. Juga promo di panggung off air pada 12 titik BIC (Banten Indie Clothing), serta talkshow di stasiun radio dan televisi."

Lagu ke dua UP2U menawarkan suguhan yang berbeda dengan lagu pertama mereka 'Jatuh Cinta'. Lagu Jatuh Cinta disajikan dengan upbeat, bersifat riang. Sedangkan lagu 'Aku Bukan Untukmu' disajikan dengan slow beat, bersifat meratapi, namun tetap positif. Lagu-lagu ini terdapat pada album perdana UP2U yang bertajuk ‘Cinta Adalah’, semua lagu ditulis oleh Rezha Mangkudipuro. Lagu-lagu pada album ini dirilis satu persatu dan dipasarkan di Spotify dan iTunes. Untuk CD Album ‘Cinta Adalah’ sudah tersedia di Tokopedia (VPro Music).

Bima WP menceritakan, “Awal terbentuknya UP2U berawal dari proyek band Rezha Mangkudipuro dan Denni Kristanto yang tidak berlanjut. Namun konsep dan materi yang pernah dibuat Rezha mendapatkan respon dari Vpro Music (PT. Venus Musikindo Mahakarya) untuk dijadikan mini album. Karena formasi hanya berdua maka mereka memutuskan untuk mencari personil untuk formasi Gitaris dan Drummer. Pencarian personil tidak memakan waktu lama, karena Bima dan Rendi cukup sering bertemu dengan Rezha dan Denni, bahkan sempat beberapa kali Jamming di studio. Singkat cerita, Bima dan Rendi mau diajak bergabung dengan Rezha dan Denni.”

“Namun kondisi saat itu, grup band kami belum diberi nama. Pada tanggal 1 April 2017 akhirnya kami sepakat memberinya nama ‘UP2U’, dan para fans kami panggil Passioners. Filosofinya, setiap orang punya passion dalam hidupnya, dan yang menentukan passion itu berhasil atau tidak adalah orang itu sendiri. Passion is UP2U.”

Vokal Rezha Mangkudipuro berkarakter eksklusif, ini menjadi kekuatan tersendiri bagi UP2U untuk menempatkan lagu 'Aku Bukan Untukmu' di hati para penikmat musik Tanah Air. Semoga saja lagu ini ikut berperan dalam mengembalikan ruh kejayaan musik rock di Tanah Air dan menjadi lagu abadi di kemudian hari. 

"Tantangan untuk sukses di industri musik saat ini adalah bermunculannya warna musik yang beraneka ragam. Menyikapi itu, kreativitas yang kami ciptakan harus bisa merebut pasar dan menjadikan karya-karya itu dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Dengan solidaritas serta memupuk kedisiplinan yang berkomitmen, kami yakin mampu bersaing sehat, untuk ikut meramaikan blantika musik Indonesia, "kata Bima WP di penutup wawancara.

Untuk menikmati lagu Jatuh Cinta dari UP2U tersedia di link YouTube berikut ini;
https://youtu.be/LLcIHJxFmfM  (M. Fadhli) | Foto : Dok. Diatunes Management | Sumber
Read More »

Ulasan : Ampli Metal "Peavey 5150"

Jakarta, (IndieMusic) - Siapa sangka, ternyata Eddie Van Halen ikut menginspirasi penciptaan dari Peavey 5150 pada tahun 1992.

Dengan high gain channel overdrive yang berdentum, Sobat akan tidak jarang mendengarnya dalam genre, seperti; rock, metal dan hardcore. Sobat dengan mudah akan mendengarnya dari Machine Head “Burn My Eyes” mulai tahun 1994, yang cukup banyak Sobat akan mendengarkan suara gitar metal di pertengahan 90-an. 

Sementara ternyata 5150 memiliki crunch yang ideal untuk pengaturan metal tertentu yang lebih berat. 5150 memberikan 120 watt, yang dijalankan oleh 6L6 tubem, yang memiliki dua saluran,  saluran pertama memiliki lebih banyak dari aplikasi “clean”, dan channel kedua menjadi lebih high gain.

Ampli Ini memiliki EQ bersama, yang menghadirkan dan kontrol resonansi, selain  bass standar, menengah, dan treble. Selain itu, 5150 juga memiliki efek Loop, yang baik untuk menjalankan efek berdasarkan waktu.
Read More »

Ulasan : Effect Gitar Metal Terbaik

Jakarta, (IndieMusic) - MT-2 Metal Zone™ produk BOSS adalah salah satu stompbox pedal yang paling populer. Stompbox ini menyediakan beberapa efek terbaik, karakter distorsi terbaik di dunia dengan jangkauan nada middle dan low yang lebih luas dan karakter suara sangat jenuh.

Fitur-fitur :
Distorsi yang mengagumkan dengan sirkuit dual-gain yang unik
Menyajikan sustain yang lebih panjang dan stabil serta mid dan low yang lebih padat seperti sebuah tumpukan amplifier overdrive
Three-band EQ dengan semi-parametric mid kontrol yang menawarkan berbagai tekstur distorsi yang ekstrim
Produk berkualitas yang harus dimiliki para gitaris hard rock dan metal

Spesifikasi :
Input ImpedanceINPUT 1 M ohm
Output Impedance 1 k ohms
Recommended Load Impedance 10 k ohms or greater
Equivalent Input Noise Level -110 dBu or less (IHF-A, Typ.)
Connectors INPUT Jack, OUTPUT Jack, AC Adaptor Jack (DC 9 V)
Power Supply 9 V DC: Dry Battery 9 V type (6F22/9 V), AC Adaptor
Current Draw 20 mA (DC 9 V)
Accessories Dry Battery 9 V type (6F22/9 V)
Option AC Adaptor (PSA-Series)
Size and Weight (inc. Battery) Width:73 mm, 2-7/8 inches; Depth : 129 mm, 5-1/8 inches; Height : 59 mm, 2-3/8 inches; Weight: 0.4 kg, 1 lbs.15 oz
Read More »

Kombinasi di genre Rock

Bekasi, (IndieMusic) - Musik rock yang berkembang pada awal tahun 1950an, juga membawa kombinasi genre rock itu sendiri. Dengan demikian, musik rock bukannya menghilang, tetapi justru berkembang yang berdampak pada semakin banyaknya penggemar dari musik rock itu sendiri. Sementara perpaduan genre dengan genre musik rock itu sendiri, secara umum dapat dikategorikan, antara lain :

Garage Rock
Populer di Amerika pada pertengahan tahun 1960-an, yang dimainkan oleh rock band amatir di garasi rumah, dengan ciri yang kuat adalah nuansa California dan Texas yang terasa.

Pop Rock
Genre ini boleh dibilang sebagai karakter rock yang lebih ringan, jika dibandingkan dengan musik rock lainnya. Genre ini dipopulerkan oleh The Everly Brother sejak tahun 1967.

Blues Rock
Genre yang satu ini adalah perpaduan dari genre musik Chicago blues dan rock. Adapun ciri dari genre ini, terletak pada banyaknya penggunaan amplifier yang keras, dan gitar listrik.

Folk Rock
Genre yang dihasilkan dari perpaduan musik tradisional Amerika dengan genre musik rock. Cirinya, biasa dimainkan dengan menggunakan instrumen akustik. Genre ini juga biasa disebut dengan progressive rock, yang berkembang dari awal tahun 1950an. 

Foto : Istimewa
Read More »

Banyak yang nge-Klaim Indie Band, apa sih Indie Music?

Jakarta, (IndieMusic) - Awalnya Indie Band muncul karena tuntutan kreatifitas anak muda, dimana mereka bisa dikatakan memiliki alunan yang out of the box,sehingga produser enggan untuk memproduksi sebagai Label dari Band-band tersebut. Dimana menurut Label, musik-musik dengan alunan yang out of the box ini susah menembus pasaran, yang ujung-ujungnya hanya uang yang menjadi pertimbangan produser.

Tidak demikian bagi anak-anak kreatif, mereka tidak perduli apakah akan laku atau tidak di pasaran, yang penting mereka terus berkreasi.

Dengan jalannya waktu, ternyata penggemar Indie Music atau anak-anak muda yang sudah bosan dengan musik mainstream, lebih memilih Indie Music sebagai pilihan mereka untuk menikmati musik, yang secara tidak sadar, mereka pun membawakan diri mereka sendiri ke alam yang lebih kreatif.

Ada juga yang mengatakan, bahwa Indie Music adalah antara musik yang dimainkan oleh musisi Profesional (Label) dengan musisi Amatir (Indie). Tetapi yang jelas, Indie Music adalah naluri bermusik seorang musisi yang berbasis dari apa yang ia ingin ekspresikan.

Olehkarenya tidak mengherankan, di awal mulanya muncul istilah Indie Music, pasti diperuntukan untuk band-band ekspresif, seperti : rock, metal dlsb. Dimana band-bank ekspresif keras tersebut, tidak disukai semua kalangan, terutama oleh orang-orang tua. 

Sementara band-band mainstream selalu mencari pasar dengan rangeyang seluas-luasnya, kalau perlu dari mulai anak-anak hingga orang-orang tua, hal ini mengingat kebutuhan label untuk meraub untung sebesar-besarnya dari penjualan Pringan Hitam, Casseete, CD, dan terakhir penjualan mp3 secara online.

Berjalannya waktu, tidak berkembangnya Indie Music pada zaman sarana Analog Recording, dikarenakan perlunya modal yang besar untuk memproduksi sebuah rekaman, begitu pula untuk  mendistribusikannya. Tetapi tidak saat ini, dimana Sobat dapat menggunakan Digital Recording yang sangat murah dibandingkan dengan Analog Recording

Ditambah untuk memasarkannya, dahulu kala sebuah perusahaan harus memiliki jaringan distribusi manual (Luring) yang besar, artinya memiliki tenaga kerja yang banyak, selain agen-agen di banyak daerah, agar Pringan Hitam, Casseete, dan CD, dapat sampai ke tangan pembeli.

Seiring berkembangnya Digital dan Daring, berkembanglah Indie Music bak Jamur di Musim Hujan.

Kini Sobat bisa dengan mudah memproduksi dan memasarkannya melalui berbagai Media Daring, dan mempromosikannya melalui Media Sosial.

Jadi saatnya bagi Sobat yang masih SMA dan memiliki kreatifitas, jangan sungkan untuk mencoba membuat Indie Band, dan mencobanya, siapa tahu bisa menjadi lahan penghasilan Sobat, sebelum Sobat benar-benar mapan secara finansial.

Musik adalah jiwa, ketika Sobat memainkan lagu kegalauan itulah jiwa Sobat. Agar Sobat tumbuh besar dengan Jiwa yang Positif, maka buatlah lagu-lagu yang penuh Harapan dan Cita-cita Besar demi masa depan yang baik, bukan lagu-lagu Putus Asa. (Dimazz Egan) Penulis adalah Kontributor pada d'MonitorBekasi
Read More »